Tampilkan postingan dengan label I've ever did. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label I've ever did. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Juni 2011

Teenage and Loneliness


Teenager is related with friendship, love, existence, and some others.
But, have you got the point?

everyone comes into your life for a reason.
some good and some bad.
they shape, form, and break us.
but in the end they make us who we are.

And someday...



Take that loneliness...

Karena suatu hari semua orang akan tidak memedulikan orang lain. Saat dimana badai mengguncang, kiamat hendak tiba. Dan itu ada dalam Al Quran. Jadi, siap-siap aja saat itu tiba


Sabtu, 09 Oktober 2010

Warna-Warni Baru

Setelah beberapa waktu lamanya, tak sekalipun aku berkunjung kemari. And, this is it! Aku tiba dengan segudang cerita yang siap kutumpahkan.
Berapa bulan lamanya aku telah menyandang status sebagai pelajar SMA. Bangga? Alhamdulillah, iya :) Dan aku bersyukur tak salah memilih. Walau sempat terjadi perseteruan hebat yang terhebat dalam masa-masa hidupku. Alhamdulillah, Allah masih saja membantu :)
Banyak yang telah terjadi. Dan banyak hal yang masih terus kupelajari. Memang benar, masa-masa SMA adalah masa terindah. Sekalipun aku beranggapan, dua tahun lalu tetaplah masa-masa hidupku yang paling berwarna (dan paling menyedihkan, hiks). Aku telah mendapatkan banyak hal disini dan aku masih bisa dapatkan yang lebih, bila ku terus belajar, dan belajar, dan (tak lupa untuk) mengingat-Nya.
Sekalipun memang, aku juga masih seringkali memutar kembali arus hidupku ke beberapa waktu yang lalu. Sekalipun, aku masih mengingat Vigam. Sekalipun, aku tak juga melupakannya. Karena memang dia tak akan bisa terlupakan (mungkin). Mungkin, yang bisa aku lakukan, hanya menetralisir perasaan.
Yah, mungkin itu yang bisa kubagi.
Intinya, waktu terus berputar, dan jangan cuma berdiam ditempat. Cheer you UP :D

Sabtu, 24 Juli 2010

Dan aku benar-benar bodoh

BODOH! BODOH! BODOH!
Memang benar postingku sebelumnya. Dan itu udah terjawab, bahwa aku memang Bodoh! Astaghfirullah... aku masih kembali kemesin waktu. Dan menyettingnya menuju beberapa bulan silam. Bukan hanya silam, tapi itu udah menjadi tahun.
Awal-awal tahun yang manis, tapi itu dulu. Saat itu aku juga masih menyesuaikan diri, dan tidak menghiraukan perasaanya. Dan semua dengan mudahnya terguling. Kini aku yang masih menunggunya. Hanya menunggu, terpaku, terdiam, termenung ditempat. Tak ada yang kulakukan.
Selain membuka profilnya, dan saat itu juga apa yang kualami detik ini akan kualami selanjutnya. Dengan anehnya, aku membuka profil teman-temannya yang lain. Padahal aku pun hanya seekor cacing kecil baginya. Yang menari-nari menjijikan dimatanya.
Dia benar-benar telah mengawali kehidupan barunya. Yang indah, sama sepertiku. Tapi dia tidak lagi berlari kemasa lalu, mencari sesuatu yang masih belum ia temukan. Benarkah ada yag masih ia cari? Entahlah. Tapi aku masih mencarinya.
Kucoba dengan makhluk-makhluk baru, yang tentu tak kalah dengan rupa-rupanya. Tapi, masih saja kutoleh hal yang SEMESTINYA kuhapuskan. Karena hal ini menghinggapi rumah batinku, kata-kata SEMESTINYA, SEHARUSNYA, SEWAJIBNYA, menjadi lain. Tiga kata itu menjadi tak kuhiraukan dan seakan telah terhapuskan dari otak.
Aku tau, arti tiga kata itu adalah untuk dipatuhi. Dan aku juga tahu, ini memang bukanlah peraturan yang dilahirkan untuk dilanggar. Tapi, aku menilainya sama. Beserta jawaban yang sama, kulanggar apa yang (lagi-lagi) seharusnya tak kulakukan.

Maafkan aku Vigam, yang masih menganggu hidupmu tanpa kamu tau. Masih melirik perkembanganmu. Dengan membuka profilmu tiap kali aku sempat. Dan aku masih menyesalinya. Entah benar atau tidak. Entah apa yang kurasakan ini pantas untuk disesali (atau mungkin lebih dari itu?)
Vigam, aku ****** kamu (ciee...) *prokprokprok*

Kamis, 24 Juni 2010

Kalian Bukan Primadona

Sampah-sampah kembali berjejalan diotakku. Membuat aroma sesak dibatinku. Hal yang sama terjadi. Terutama saat mereka membahasnya lagi dan lagi. Masa depanku kembali mengambang. Dan aku harus menelan air asin itu lagi, hingga membuatku mual.
Mungkin ini masih diawal. Aku harap tidak. Semoga ini yang terakhir. Aku lelah didikte semacam ini. Seandainya, aku yakin. Seandainya, ada kesempatan. Aku mungkin telah menggunakan hakku, dan aku akan berontak.
Sesal ini kembali hadir. Dan memprotes kencng kembali menyeret perhatian batinku.
Lalu aku kembali menangis.
Kelegaan memenuhi ruang batinku. Seusai kutumpahkan semua dalam buliran air mata. Sekalipun ini seseungguhnya berat dan mudah. Namun, tak semudah itu aku tanggung semuanya. Aku harus selalu menjadi seorang follower tanpa mereka mau menjadikan aku sebagai follower.
Terkadang aku bertanya, apa aku dianggap. Lagi-lagi aku terdiam.
Aku menunggu suatu saat, aku ingin sekali ucapkan ini pada mereka,
Bahwa KALIAN bukan primadona